Friday, February 11, 2011

Kevin Rimbani. Sahabat Sebelas Tahun.

Hello, readers. Kali ini saya akan menulis tentang sahabat terbaik saya. Semoga orang yang bersangkutan berkenan membacanya :D

Saya punya seorang sahabat terbaik. Istilahnya, "sahabat kecil", karena kami memang selalu bersama - sama sejak di Taman Kanak - Kanak. Orangtua kami pun sudah saling kenal dan benar - benar seperti keluarga sendiri :) Bahkan, saya selalu pulang sekolah bersama Kevin, dijemput Papanya Kevin, hahah.

Namanya Kevin Rimbani. Anak kedua dari 3 bersaudara ini adalah sahabat terbaik saya. Banyaaaaak sekali moment - moment indah yang saya alami bersama sahabat saya ini. Saya juga masih ingat, bagaimana tingkah lakunya ketika masih kecil.
Kami bersekolah di TK Bhakti. Saya ingat sekali waktu itu Hari Kartini dan Kevin memakai beskap ala orang Jawa lengkap dengan blangkonnya dan saya memakai dodot, pakaian Jawa juga. Sudah menjadi tradisi di TK kami, setiap kali perayaan Hari Kartini, para murid berjalan2 mengitari daerah sekitar TK Bhakti. Saya masih inget bagaimana wajah innocent kami ketika kami difoto berdua dan berpengangan tangan. Ya, kami memang masih innocent. Benar - benar polos.

Dan ketika SD, kami sama - sama masuk ke SD Bhakti. Zaman dulu, SD Bhakti adalah SD yang bisa dibilang "Terakreditasi A". Tapi, ketika zaman kami dulu, seleksi masuk ke SD Bhakti sangaaat gampang. Hanya disuruh menggambar dan mewarnai Bendera Indonesia.
Saya ingat sekali, ketika di SD kelas 1, setiap pagi sebelum masuk kelas, kami disuruh berbaris didepan kelas. Dan Kevin adalah murid yang paliiing iseng disitu. Sahabat saya ini orangnya paling nggak bisa diam. Ada aja yang dia lakukan.
Ketika kami berbaris didepan kelas, Kevin berada dibelakang saya, dan suddenly.. dia mencubit saya. Padahal saya nggak ngapa2in lho. Atau terkadang ketika baris, Kevin mengajak saya ngobrol, jadi saya tidak mendengar apa yang dibicarakan oleh Bu Ros, Wali Kelas kami dulu.
Di kelas 2 SD, terkadang ketika pulang sekolah, sambil menuruni tangga, Kevin merangkul saya dan menanyakan "Gimana tadi pelajarannya ?" Sejujurnya saya bingung kenapa Kevin menanyakan hal ini. Karena, dia sekelas sama saya. Jadi, otomatis pasti dia tahu dong bagaimana kondisi kelas.--"

Di SD, Kevin adalah orang yang paling nggak mau ngalah. Selalu berani, dan selaluu ngobrol dengan orang dimanapun dia berada. Pasti ada aja orang yang dia ajak ngobrol. Saya juga heran kenapa bisa begitu -,-

Kita beralih ke SMP. Masa - masa dimana saya dipisahkan oleh waktu selama setahun. Haha, ya, saya bersekolah di SMPI Al - Azhar Kemandoran selama setahun lalu di kelas 8, saya pindah ke SMP 111. Waktu kelas 8, kami beda kelas. Dan itupun kelasnya jauuh sekali. Tapi, kami tetap sering bercerita. Meskipun tidak seintens dulunya, hehe.

Di kelas 9, kami sekelas. Kelas 9-3. Kelas yang paliing saya cintai. Banyak banget moment2 yang gabisa keganti dengan apapun disana.
Saya ingeeet banget, dulu di 111 ada pelajaran tata busana dilengkapi dengan guru Jawa yang medhoknya nggak ada yang nandingin. Bu Gemi. Saya lupa nama panjangnya siapa.
Waktu ujian praktek tata busana, saya dan Kevin seharian stress berdua gara2 bikin baju gamis atau apalah itu namanya, dalam versi kecilnya. Bisa untuk Barbie kayaknya. Dan karena Kevin itu orangnya nggak sabaran, jadinya harus bener2 teliti ngerjainnya.

Dan dikelas saya dulu, ada satu siswi yang pintar sekali dalam pelajaran ini, dan juga jadi anak emasnya Bu Gemi. Namanya Tarsimah, panggil aja Imah.
Karena bikin baju dari kain apa ya itu namanya saya lupa, oiya ! kertas singkong. Ya, kami disuruh menjadi kertas. Bisa dibayangkan ribetnya kayak apa. Sangking takut salahnya, setiap kali Kevin ngejahit sedikit, pasti dia nanya saya "Cha, liat deh, ini bener nggak ?" hahah saya ga pernah lupa mimik mukanya Kevin kalo udh pasrah di tata busana. Kalau saya udah gatau bener apa salah, saya cuman bisa bilang "Mending tanya Imah, Vin".

Saya lupa ini benar atau salah, ketika waktunya sudah mepet banget untuk mengumpulkan tugas menjahit itu, punyanya Kevin robek atau salah jahitan gitu, maksudnya ngejahitnya kebalik. Terus, karena Kevin udah terlalu capek dan pasrah , jadinya kertas singkongnya itu dilem pake nasi biar lengket. Asli saya ngakak banget disitu. Dalam pelajaran lain, mungkin Kevin masih bisa bertahan. Tapi, kalo udh tata busana....give up deh !


Saya, Kevin & Nia ketika Ujian Praktek KTK

Di sisi lain, saya mengenal Kevin sebagai pribadi yang apik. Dia bisa mengerti suatu hal dari berbagai sisi dan aspek. Ketika saya ada masalah, Kevin selalu mendengarkan cerita saya dan memberikan solusi yang dia bisa. Kevin juga termasuk "anak alim" hehe, dia itu rajin beribadah dan pokoknya imam yang ideal deh :)


Ini saya dan Kevin ketika perpisahan 9-3 dulu. Barbeque Party ! :)

Ketika masuk ke SMA, kami benar - benar berpisah. Kevin masuk ke SMA 78 dan saya di SMA 65. Dan memang benar, masa SMA adalah masa yang terkotak - kotakkan. Dimana, kita harus selalu mengikuti arus yang berjalan, karena kalau tidak, kita yang akan bodoh sendiri.

Saya merasakan sekali bagaimana rasanya berpisah dari seorang sahabat yang selalu bersama - sama sejak kecil. Ada rasa kehilangan ketika dia, yang dulu selalu ada bersama kita, sekarang sudah terpisah oleh suatu ruang. Padahal, sekolah kami dekat. Hanya tinggal naik bis satu kali, saya sudah bisa sampai disekolahnya. Untungnya, setiap tahun, saya dan teman2 saya di 9-3 selalu mengadakan buka puasa bersama yang kebetulan berbarengan dengan ulang tahun saya.
Jadinya, saya masih punya kesempatan untuk bercengkrama dengan sahabat saya ini. Semakin kesini, saya semakiiin jarang bertemu Kevin. Semuanya mempunyai kesibukan masing - masing.

Terkadang, saya kangen sekali sama makhluk ini. Kangen semuaaaa hal yang udh pernah kami alami dulu. Mungkin semuanya hanya masalah waktu. Semoga kami dapat bertemu lagi di Perguruan Tinggi nanti, Amin Allahuma Amin.

Dan saya....paliiiiiing kangen sama... yang inii !



Obby. Adiknya Kevin yang pinteeer banget ngomongnya :) Miss you Obby :"(

Take care ya, Vin :)
Semoga nggak hanya Sahabat Sebelas Tahun, tapi Selamanya :** Stay blessed !

-Chicha Audriana





No comments: