Saturday, December 15, 2012

土曜ダイア交流会


土曜ダイア交流会
Hari Libur Indonesia – Jepang & Permainan Kartu Jepang
2012年11月24日

みんなさん、こんにちは!!
お元気ですか..

       Di dalam tulisan terbaru saya ini, saya ingin menceritakan pengalaman saya di akhir bulan lalu. Saya bersama teman – teman dari jurusan Sastra Jepang Unsada, berkesempatan untuk bertemu dengan orang Jepang yang sedang internship di Indonesia. Ini kesempatan besar, menurut saya. 

Sebagai mahasiswa jurusan Sastra Jepang, hampir setiap bulan kami bertemu dengan orang Jepang. Tentunya, orang Jepang yang berbeda. Kali ini, acara yang dikemas dengan nama “土曜ダイア交流会“ ini membahas tentang “Hari Libur Indonesia – Jepang dan Permainan Kartu Jepang”. Pertemuan – pertemuan seperti doyodaia inilah yang membuat kami memiliki banyak teman orang Jepang. Benar – benar menyenangkan !

Tidak disangka – sangka, orang Jepang yang datang ke kampus pada doyodaia kali ini adalah orang Jepang yang sama pada waktu doyodaia yang pertama ! Beberapa diantaranya sudah menjadi teman di jejaring sosial, dan kami selalu keep in touch dengan mereka. Namun ada juga dua orang teman baru, yang juga sedang internship disini. Kyoko san dan Azusa san baru pertama kali berkunjung ke kampus kami.

Berbeda dengan doyodaia yang pertama, kali ini Furuhashi san meminta kami semua untuk menuliskan nama dan hobi untuk jikoshoukai. Meskipun beberapa dari kami sudah saling kenal satu sama lain, namun jikoshoukai sangat diperlukan dalam pertemuan kali ini.  Lucunya, orang Jepang menuliskan namanya dengan alphabet dan menuliskan hobinya dalam bahasa Indonesia. Hiro san, salah satu peserta doyodaia kali ini, membawa kamus Jepang – Indonesia ,lho !


                                                                     じこしょうかい


 Seperti doyodaia yang pertama, ada happyou dari kedua negara.  Dari pihak Jepang, ada Takuma Tanaka dan Mitsuhiro Wada yang mempresentasikan hari libur di Jepang dengan Bahasa Indonesia. すごい!!。
Saya benar – benar amazed dengan mereka yang berusaha berbicara Bahasa Indonesia dalam presentasinya. Meskipun tetap dengan logat Jepang yang masih kental, artikulasinya dapat cukup dimengerti dengan baik. Padahal, mereka baru beberapa bulan di Jakarta, lho.


   田中さんとひろさんは
       日本の休日についてはっぴょうしました。                  
 
Dari pihak Indonesia, ada Wahyu Kurniawan dan Gercia Damaris yang mempresentasikan hari libur di Indonesia. Senpai – senpai saya yang jago Bahasa Jepangnya ini, sangat fasih dalam happyou dengan dengan Bahasa Jepang. Merupakan hal yang sulit bagi saya, membaca tulisan Jepang dengan cepat, dan harus bisa membuat orang Jepang yang mendengarkan presentasi ini, mengerti dengan baik. Saya berharap saya bisa seperti mereka, kelak !


       ワーユさんとチアさんは
 インドネシアの休日についてはっぴょうしました。

Setelah happyou, kami dibagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 orang Indonesia dan 1 orang Jepang. ゲームをしましょう!Permainan kartu Jepang ini bernama “カルタ".  Permainan ini membutuhkan ketajaman pendengaran, dimana setiap pemain harus mendengar kata pertama dari kalimat yang dibacakan. Di setiap kartu terdapat huruf hiragana, dimana pemain harus segera mengambil kartu yang sama sesuai dengan kata yang diucapkan. Pemain yang mendapatkan kartu paling banyak adalah pemenangnya.

  Kartu diacak dan diletakkan ditengah – tengah pemain. Furuhashi san dan Hari Sensei membacakan kalimat yang harus kami dengarkan dengan baik.   Pada sesi bermain kartu ini, saya satu kelompok dengan Narita san. Mungkin karena beliau orang Jepang, yang notabene memang gesit dan cepat dalam melakukan setiap hal, Narita san sangat pandai bermain kartu. Ketajaman pendengaran dan kecepatan mengambil kartu sangat dibutuhkan dalam permainan ini.

 Permainan berlangsung dengan sangat seru ! Kelompok saya paling ramai, karena Narita san cepat sekali dalam mengambil kartu. Namun, tetap saja pemenangnya adalah Bella, yang mendapatkan 14 kartu. Entah sengaja mengalah atau memang kami yang lebih gesit, pemenang dari setiap kelompok adalah orang Indonesia. Pengalaman ini benar – benar tak terlupakan! Tak pernah terbayang di benak saya, akan seseru ini bermain kartu dengan orang Jepang :D


”カルタ” ゲームをしました。

Setelah puas  bermain kartu, kami makan siang bersama. Saya memperkenalkan “Nasi Bebek Madura” di dekat kampus kepada mereka. Narita san dan Furuhashi san belum pernah makan bebek sebelumnya, sedangkan Azusa san sudah pernah makan bebek saat berada di Kalimantan.

Singkat cerita, kami menjelaskan kepada orang Jepang untuk makan menggunakan tangan. Menurut kami, nasi bebek lebih nikmat dimakan dengan tangan. Sulit memang, bagi yang tidak terbiasa. Lucunya, Narita san makan dengan tiga jari saja. Namun, setelah kami menjelaskan bahwa harus makan dengan lima jari, Narita san pun mencobanya :D



みんなさんと一緒に昼ごはんをたべました。

Oh ya, setelah makan siang, saya sempat meminta Hiro san untuk mengatakan sesuatu tentang Indonesia. Ini adalah satu hal yang tidak pernah saya lewatkan jika saya bertemu dengan orang Jepang. Sejujurnya, saya ingin tahu, bagaimana kesan – kesan mereka selama tinggal di Indonesia. Hiro san yang cukup fasih berbahasa Indonesia, beliau berbicara dalam bahasa Indonesia di dalam video yang saya rekam. Saya sangat senang, Hiro san begitu lancar berbahasa Indonesia, walaupun masih dengan logat Jepang yang kental. ひろさんはインドネシア語が上手ですね!!。

Pada doyodaia kali ini, saya membawa satu box cupcakes untuk peserta doyodaia. Cupcakes nya bertema “Jepang – Indonesia”. Cukup simple memang, でも、自分弟作ったんですよ。D 


  日本ーインドネシア カップケーキです


  みんなさんと一いっしょにカップケーキを食べました。

Agenda terakhir dari doyodaia kali ini adalah kesan – kesan dari peserta doyodaia. Pengutaraan kesan – kesan doyodaia kali ini, banyak yang membuat kami tergelak. Mulai dari Tanaka san yang menyesal sudah kalah bermain kartu dengan para mahasiswa, sampai Narita san yang berbicara bahasa Jepang dengan sangat cepat. “早いですね。ぜんぜんわかりません” celetuk Wahyu senpai. Kami tergelak :D


   帰る前にみんなさんといっしょに写真をとりました。

Pada doyodaia kedua kali ini, saya pribadi sangat senang. Senang karena bisa bertemu kembali dengan teman – teman orang Jepang. Doyodaia kali ini membuat kami menjadi semakin dekat dan mengenal lebih dalam satu sama lain. Doyodaia sangatlah bermanfaat untuk melatih keberanian dan kemampuan kita dalam berbicara dengan orang Jepang. Semoga Doyodaia bisa diadakan setiap bulan, agar kita semakin  #BeraniKaiwa !!!

みんなさん、大学に来てくれて本当にありがとうございました!
すごく楽しいかった。
またぜひ遊びに来てください!:D

また会いましょう~


Prita Audriana. 




Saturday, October 27, 2012

Doyodaia - Budaya Makan Indonesia - Jepang


Hello ! Ini pertama kalinya saya menulis blog lagi semenjak masuk kuliah. Saya kuliah di Universitas Darma Persada, jurusan Sastra Jepang. Dan kali ini adalah pengalaman pertama saya berbicara dengan atau orang Jepang secara langsung, dalam jangka waktu yang cukup lama. Semoga pertemuan kali ini bisa membuka jalan saya untuk semakin berani berbicara dengan orang Jepang, dan tentunya semakin giat belajar !

Awalnya, kajur Sastra Jepang Unsada, Hari Sensei mengumumkan bahwa ada orang Jepang yang akan datang ke kampus kami. Karena di Unsada ada Kaiwa Kurabu, secara tidak langsung kami sebagai anggota harus bisa ber-kaiwa dengan orang Jepang dong ? Pada saat itu, saya benar – benar excited ! Nggak sabar menunggu harinya!

Yosh! Sabtu minggu lalu, saya berangkat ke kampus dengan super semangat.  Karena orang Jepang terkenal majime, dalam artian on time, dan nggak kenal kata telat, jadi saya juga nggak boleh telat! Dan benar saja, saya datang sekitar 15 menit sebelum orang Jepangnya masuk ke ruangan tatami.

Satu hal yang membuat saya heran pada saat itu adalah.. teman – teman Kaiwa Kurabu kemana semua ? Kenapa yang datang hanya sedikit ? Lagipula, doyodai ini bukan khusus untuk Kaiwa Kurabu, melainkan untuk mahasiswa Unsada, khususnya Sastra Jepang. Menurut saya, selagi kita mampu, banyak – banyaklah berbicara dengan orang Jepang. Ini kesempatan besar untuk mengasah kemampuan kaiwa. Walaupun masih di semester 1, saya berusaha untuk tidak melewatkan kesempatan kaiwa dengan orang Jepang. Bagi saya, hal ini selalu menarik dan bisa semakin membuat saya semangat belajar.

Kami sudah duduk bersimpuh dan saling berhadapan dengan orang Jepang. Selain teman – teman sesama semester 1, ada juga senpaitachi yang tentunya sudah jyouzu bahasa Jepangnya! Hehe :D Oh ya, orang Jepangnya bukan hanya 1, tapi 10 ! Ya, sepuluh orang. Mereka adalah orang – orang Jepang yang bekerja di Indonesia.

Sejujurnya, saya tidak terlalu tau mereka mengikuti program apa sampai bisa ke Indonesia, bahkan bekerja di Indonesia. Yang ada di dalam otak saya saat itu hanyalah, “Saya harus bisa kaiwa dengan mereka ! Bagaimanapun caranya!” Saya mencoba membuang segala rasa ragu, gugup, takut salah bicara, dsb.

Jikoushokai atau perkenalan diri dimulai dari orang Jepang terlebih dahulu. Lucunya, mereka mencoba memperkenalkan diri dengan bahasa Indonesia. Bangga sekali rasanya, bisa mendengar langsung orang Jepang berbicara dengan bahasa Indonesia. Dan sebaliknya, kami sebagai mahasiswa jurusan Satra Jepang memperkenalkan diri dengan bahasa Jepang. Awalnya deg – degan, tapi karena ini adalah salah satu hal yang wajib dibiasakan, wajib juga bagi kami untuk berbicara dengan baik.

Setelah jikoushokai, ada happyou atau presentasi dari dua negara ini. Tema doyodaia kali ini adalah “Budaya Makan Indonesia – Jepang”. Dari Unsada, ada Adit senpai untuk happyou tentang makanan Indonesia, dan cara makan orang Indonesia. Happyou nya pakai bahasa Jepang, lho! Semoga saya juga bisa seperti Adit senpai, nantinya. Aamiin.

Dari teman – teman orang Jepang, ada dua happyou. Takeshi Miura san mempresentasikan tentang shoyu sauce di Jepang. Sedangkan Tanaka Takuma san dan Ogawa Manami san mempresentasikan tentang makanan Jepang dan budaya Jepang. Lucunya, mereka mencoba mempresentasikan nya dengan bahasa Indonesia ! Sugoi desu ne!


                    

                                                  剛さんは発表をしました。

Setelah happyou, ada free discussion. Di dalam free discussion, kami dibagi menjadi tiga kelompok, dengan beberapa orang Jepang di dalamnya. Tujuannya, agar bisa lebih akrab satu sama lain. Kami saling bertanya tentang apa saja. Kebanyakan memang masih canggung dan bingung mau bicara apa. Entah mengapa, di otak saya selalu ada saja yang ingin ditanyakan. Terdengar tidak penting sih memang, tapi itu lebih baik daripada tidak bicara sama sekali, kan

                       

                                       フリーディスカッション

Singkat cerita, kami mengajak mereka untuk berkeliling fakultas dan melihat makanan – makanan apa saja yang ada di sekitar kampus. Mulai dari kantin fakultas, sampai jajanan kaki lima yang ada di depan kampus. Karena di sebelah kampus ada Lawson, yang notabene memang menyuguhkan masakan ala Jepang, jadilah kami makan disana.

Saya nggak pernah menyangka bisa sampai makan siang bersama orang Jepang seperti ini. Mengobrol santai, tertawa bersama… Sungguh hal yang menyenangkan !  Mungkin karena sudah bosan dengan makanan cepat saji, Tanaka san agak bingung ingin makan apa. Padahal ia bilang, kalau ia belum makan tadi pagi. Sebelum sampai di Lawson, Tanaka san sempat bergurau ketika melihat sate padang yang masih mengepul saat dimasak. “Oishii sou!” guraunya.

Saya agak kaget saat Tanaka san bilang, “Saya mau gado – gado.”. Kami memang sempat melewati gerobak gado – gado sebelum sampai di Lawson. Setelah saya jelaskan apa itu gado – gado, beliau langsung mau! Saya dan beberapa teman yang lain menemani Tanaka san untuk membeli gado – gado. Selain makan gado – gado, Tanaka san juga makan kue cubit. Sebenarnya saya agak takut, kalau – kalau Tanaka san tidak cocok dengan makanan kaki lima. Karena memang tidak sehigienis makanan di Jepang, kan ? Hehe :D


                   

                                       田中さんはガドガドをたべました!。


Selain Tanaka san, ada Furuhashi san dari HIDA, yang juga makan siang bersama kami. Selama makan siang, kami bicara banyak hal. Makanan kesukaan, band kesukaan, sampai berbicang seru tentang AKB48 dan JKT48. Rasanya saya adalah satu – satunya orang yang tidak mengerti pembicaraan yang terakhir itu. Karena saya memang bukan penggemar dua sister group itu. Mendengarkan musiknya saja jarang. Bagi saya, musik indie Jepang jauh lebih berkualitas, hehe :D

                  

                                   いっしょにおひるごはんをたべました。


Agenda terakhir dari doyodaia kali ini adalah kesan dan pesan dari para peserta. Beberapa mahasiswa Unsada dan orang Jepang mengutarakan kesan dan pesan nya setelah mengikuti rangkaian acara ini. Tentunya, kami sebagai mahasiswa Sastra Jepang Unsada, sangat senang bisa menemani tamu orang Jepang. Benar – benar pengalaman yang tak terlupakan..



                    

                                                                 みんなさん

みんなさん、どうもありがとうがおざいました!。

Terimakasih atas kedatangannya ! 
Mohon maaf kepada teman – teman dari Jepang, tulisan saya ini saya tulis dalam bahasa Indonesia. 一年生ですから、日本語が上手ではありません。みんなさん、本当にすみません!。

Warm Regards,



Prita Audriana









Monday, May 21, 2012

Perjalanan Indah Kita. Semestinya.


Jangan tanya mengapa aku memilihmu. Dulu. Dan menjadikannya kita.
Aku pun tak tau hingga kini. Hingga kita kembali menjadi aku dan kamu.
Aku bersyukur. Tuhan memberikanku kesempatan untuk mencintaimu.
Juga dicintaimu. Walau sejenak, namun aku cinta. Hingga kini.
Tak peduli setipis apa itu setia dan tertipu. Yang kutau ku cinta.

Cinta tak pernah butuh alasan mengapa ia memilih dan dipilih. Begitu jugakah kita ?
Tak memilih. Namun dipilih Tuhan. Diberi rasa cinta yang berlebih. Terutama aku.
Tak jarang ku   tanyakan pada Tuhan, mengapa tak dihapus saja yang berlebih ini.
“Nanti saja.” Ujarnya. Mungkin begitu.
 Mencintaimu itu indah. Walau tidak pada akhirnya. Namun, aku cinta.

Mematut diri bersamamu di depan asa yang membelenggu.
Menggapai mimpi, mendekap asa, menabung tawa, merasakan sejuknya cinta.
Itu mimpi kita dulu. Berbanding terbalik dengan keadaan sebenarnya.
Tersimpan sejuta kisah dalam kegamangan hati. Masih berjalan di titik yang sama.
Tak lupa kuselipkan rindu mendalam di sana. Di perjalanan kita.

Ratusan hari yang indah. Semestinya.
Perjalanan cinta yang nikmat. Seharusnya.
Sempat terhenti di titik ke lima. Lalu tersambung kembali.
Dan benar – benar berhenti di titik ke sepuluh.
Kulepaskanmu dengan rindu yang masih tertinggal di sana. Di rumput hatimu.



Kuikuti kata Tuhan. “Lepaskanlah, kalian akan bahagia dengan pilihan-Ku, nanti.”
Meski harus berbohong pada diri sendiri. Aku tau aku tak bisa. Aku hanya mencoba.
Kulambaikan tangan pada semua yang pernah kita jalani.
Walau berat, namun aku bisa apa jika Tuhan sudah berkata seperti ini ?
Tak bisa kuterima awalnya. Karena ku masih cinta. Hingga kini. Hingga detik ini.

Audrey
March 23rd 2012
1 : 24 AM








Saturday, May 12, 2012

Wahai Lelaki

Makhluk yang diutus menjadi pemimpin. Itulah lelaki. 
Makhluk yang nantinya menjadi kepala keluarga. Itulah lelaki.
Lelaki dituntut untuk bisa menjadi yang terbaik. 
Kuat. Walau dalam hati lemah. Gahar. Walau dalam raga yang rapuh.


Namun lelaki tak cukup baik untuk menjadi lelaki. 
Lelaki belum dapat menjadi lelaki seutuhnya, apabila masih seperti itu. 
Ya, seperti itu. Tak bersyukur dan tak menghargai wanita.
Terlalu banyak contohnya di kota ini. Mungkin salah satunya adalah kamu.


Adakah aku di pikiranmu ? Sedikit saja. 
Bisakah kau menghilangkan minat untuk menduakan kami ?
Aku percaya kau. Aku cintai kau dengan sepenuh hati.
Walau kadang tak berbalas.


Kadang aku tak tau, dengan siapa kau menghabiskan malammu.
Kadang aku jengah, harus terus menerus mengertimu.
Kadang aku meracau sendiri tentangmu. Bercerita entah pada siapa.
Kadang aku... merindumu. Rindu saat kali pertama kau memlukku.


Kudengar, kau bersama yang lain.
Kudengar, kau mencari lagi, merajut cinta bersama hati yang lain.
Benarkah itu ? 
Bilang saja padaku, sebelum aku mengatakannya di depan umum.


Wahai lelaki, sadarlah. 
Aku bukan bonekamu.
Aku bukan distraksimu. 
Aku hanya wanita yang tulus mencintaimu. 


-dari Audrey untuk yang merasa Lelaki.

Tuesday, March 27, 2012

Hujan di Celah Hati

Dulu, hujan sederas apapun di luar sana, takkan mampu meruntuhkan pertahanan hati yang berpura – pura kuat.
Justru, hujan itulah yang membuat kita semakin erat. Dibalik tirai, berlindung dalam dekapan yang sama.

Dulu, aku masih bisa menahan tangis yang sudah ada di pelupuk mata. 
Kini ? Aku bebas menangis untuk siapa saja. Tidak hanya untukmu. Tapi, terutama untukmu.

Pundak ini mencari sandarannya. Sebidang tanah hati dengan jiwa yang bersih dan sejuk. Itu milikmu. Hatimu.
Tangan ini. Tangan yang biasa menyentuhmu. Membelaimu dalam lelapmu. Dan tak jarang menjadi bunga mimpimu.

Hujan. Hujan. Hujan. Hujan untuk kita. Untuk hati – hati yang rapuh. Untuk hati – hati yang tersakiti. Untuk hati – hati yang selalu tulus dan ikhlas dalam mencintai orang yang seharusnya dipertimbangkan dahulu, mereka pantas dicintai atau tidak. Orang – orang yang harusnya mempertahankan hati yang rusak ini.

Terimakasih telah menjadi inspirasi dari tulisan – tulisanku selama ini. Semuanya tentangmu. Segalanya untukmu. Setiap kata tercipta tulus untukmu. Apakah kau suka ? Kurasa tidak. Janganlah berkomentar sejelek apapun tulisan – tulisanku ini. Semuanya ini murni dari hatiku. Hatiku yang sudah lama sekali ingin bicara denganmu, namun tak pernah diberi kesempatan.

Bulan – bulan yang telah lalu mungkin sudah terlalu lama untukmu. Mungkin merasa terkekang, karena aku mengunci hubunganmu dengan segala penjuru. Penjuru sahabat - sahabatmu, penjuru hobi-mu, dan mungkin juga penjuru cintamu yang dulu.

Sekarang kamu bebas. Namun ingatlah, kamu hanya berlari ke tempat yang sama. Hanya wujudnya saja yang berbeda. Aku akan tetap ada dimanapun kamu berada. Karena aku tumbuh bersamamu.


Aku. Aku ini yang mencintaimu dengan sepenuh hatiku. Dahulu. Kini, kita sudah kembali ke masanya. Kembali menjadi aku dan kamu yang baru. Semoga kita senantiasa diberkahi di dalam setiap perjalanan kita.
Kamu telah menjadi bagian dari perjalanan hatiku menuju rumah hati yang tepat. Rumah hati yang semestinya kutinggali sejak dulu. Dan kamu, menyelinap di celah kecil di hatiku. Aku cinta kamu. Sampai aku menemukan rumah hatiku. Lagi.

Dari Audrey untuk yang disana yang selalu menginspirasi :)

Thursday, March 22, 2012

Senja, Aku Cinta

Senja, tidakkah kau melihatku ? Aku disini, di hatimu.
Tengoklah sebentar saja. Dekap aku sekali saja, senja.
Raga ini merindumu. Tangan ini ingin menjamahmu.
Jiwa mana lagi yang mampu tumbuh denganmu, kalau bukan aku ?
Apa lagi yang kau cari senja ? Keindahan semu ?

Aku tau aku tak seindah awan putih disana.
Namun, dia tak lebih baik dariku. Awan hitam ini masih sanggup mendekapmu lebih erat, senja. Tidakkah kau rasakan itu ?
Semburatmu melukiskan bagaimana kau sesungguhnya.
Air mukamu menunjukkannya. Tak sejuk. Tak indah.

Senja, ku mohon. Jika memang kau tak ingin, tolonglah aku.
Tolong bantu aku keluar dari labirin hatimu. Ini terlalu sulit untukku.
Kerap kali kucoba, namun tak bisa.
Senja, aku jatuh cinta padamu. Tolong.
Aku tak bisa menaklukkan pintu hatimu.


-Audrey

Sunday, March 18, 2012

Melangkah

Getarku kembali memanggilmu dalam tanya. Tanda tanya besar yang tak pernah membuatku jera untuk tetap berada di titik yang sama, hingga detik ini. Raga ini memang kosong. Tapi, hati ini masih berpenghuni. Namun, penghuninya sudah mati. 

Tangisku kembali jatuh ketika kepala ini memutar kisah lama. Kisah lalu yang semestinya kuhapus saja. Semudah itukah ? Tidak. Untuk menghilangkan bayanganmu saja rasanya sulit. 

Kosongnya hari diiringi ribuan tanya menyelinap di hati. Kapankah.... ? Aku rindu. Tangkaplah ini, dan kembalikan padaku. Lagi. 

"Jika itu bertolak belakang dengan keinginanmu, aku percaya selalu ada yang terbaik untuk kita." - Doa saya, 3 bulan yang lalu.

Ya Rabb, kuatkan hati ini jika memang semuanya harus terjadi. Bahagiakanlah kami dengan cara-Mu. Jika memang tidak dapat satu kembali, mungkin kami harus menjalaninya dengan pilihan-Mu. Pilihan terbaik-Mu. Amin.

Chicha Audriana




Friday, March 16, 2012

Pelukan Senja

Suatu hal yang diawali dengan kesalahan, sampai ujungnya nanti juga pasti akan salah. Kesalahan saya adalah menentukan tujuan tanpa melihat indah tidaknya tujuan itu nanti. Dan sekarang, saya sudah berada disini. Di ujung senja ini. 

Cerahnya pagi yang tergantikan oleh jingganya senja. Sapaan hangat dari indahnya pagi, berganti dengan pelukan kejutan dari senja.Mungkin senja tak bermaksud mengejutkan. Hanya saja senja tak tau bagaimana cara mengatakannya. Mungkin saja senja menyukainya, hanya tak tau bagaimana cara mencintainya.  

Senja ada diantara kita. Di antara dua makhluk Tuhan yang saling mengasihi. Entah siapa. Yang pasti, senja akan memberikannya pelukan. Penuh kejutan. 

Saturday, February 4, 2012

Dimensi Waktu

Dulu, kita selalu punya waktu bersama
Tak peduli waktu, lima menit pun bisa kita jadikan sebuah momen
Dulu, hati dan mata kita yang bicara
Sekarang, hanya logika dan bibir yang bicara ketika mata hati sudah tertutup

Dulu, ketika aku dan kamu menjadi kita
Sampai kita menjadi aku dan kamu kembali
Kembali menjalani hidup sebagaimana mestinya
Sampai hatiku mati rasa

Dulu, aku dan kamu menyandarkan mimpi kita pada waktu
Dan sampai pada waktunya, mimpi itu hanya akan menjadi khayalan semu
Dulu, kamu dekap aku dalam kerinduan hangat
Sekarang, aku hanya bisa menanti rindu itu datang kembali menjemputku

Sampai bertemu di lain waktu. Mungkin di dimensi lain.
Terimakasih telah menjadi bagian dari hidup saya.
Sampai detik ini, aku masih ingin mendekap rindu dan cerita yang tersisa
Di sini, di hati ini

Chicha Audriana

Go Ahead

Dear, Cupcakes.
Just go ahead with your choice. No one knows the future, but you can plan it all. If i were you, i will never let all that things happened. Try to take care of someone who loves you. Treat them as sweet as they treats you. Cause there's no undo in your life. Don't hesitate, just convince yourself and go ahead.