Saturday, May 12, 2012

Wahai Lelaki

Makhluk yang diutus menjadi pemimpin. Itulah lelaki. 
Makhluk yang nantinya menjadi kepala keluarga. Itulah lelaki.
Lelaki dituntut untuk bisa menjadi yang terbaik. 
Kuat. Walau dalam hati lemah. Gahar. Walau dalam raga yang rapuh.


Namun lelaki tak cukup baik untuk menjadi lelaki. 
Lelaki belum dapat menjadi lelaki seutuhnya, apabila masih seperti itu. 
Ya, seperti itu. Tak bersyukur dan tak menghargai wanita.
Terlalu banyak contohnya di kota ini. Mungkin salah satunya adalah kamu.


Adakah aku di pikiranmu ? Sedikit saja. 
Bisakah kau menghilangkan minat untuk menduakan kami ?
Aku percaya kau. Aku cintai kau dengan sepenuh hati.
Walau kadang tak berbalas.


Kadang aku tak tau, dengan siapa kau menghabiskan malammu.
Kadang aku jengah, harus terus menerus mengertimu.
Kadang aku meracau sendiri tentangmu. Bercerita entah pada siapa.
Kadang aku... merindumu. Rindu saat kali pertama kau memlukku.


Kudengar, kau bersama yang lain.
Kudengar, kau mencari lagi, merajut cinta bersama hati yang lain.
Benarkah itu ? 
Bilang saja padaku, sebelum aku mengatakannya di depan umum.


Wahai lelaki, sadarlah. 
Aku bukan bonekamu.
Aku bukan distraksimu. 
Aku hanya wanita yang tulus mencintaimu. 


-dari Audrey untuk yang merasa Lelaki.

1 comment:

Risalahati said...

ini menyadarkanku sebagai lelaki