Thursday, August 12, 2010

For You.

These all for you. Hope you could read this post.


"Waktu itu aku bilang kepadamu, jangan main - main dengan perasaanku. Karena kalo aku niat sama kamu, nanti kamu yang nggak akan bisa lepas dariku."
- Pandji Pragiwaksono - Penasaran.


"Bicara denganmu tak cukup satu menit, dua menit, tiga menit."
- Soul ID - Telepon Aku.

"Membuatku terlalu, jauh menghayalkan tentang kita, aku disini, sepertinya masih berharap."
- Maliq & D'essentials - Terlalu

"I don't know but, I think i maybe fallin for you, droppin' so quickly. I am tryin' not to tell you, But i want to, I'm scared of what you say. So i'm hidin what i'm feelin', but i'm tired of holdin' this inside my head."
- Colbie Caillat - Fallin' For You.

"Then i took one glance. It stopped me and caught my attention. How could i miss those eyes that melt my heart away. With a silence you getting closer."
- MYMP - So Perfect.

"Well, i just want to make you happy. But maybe you want nothing at all."
- Khalil Fong - Love Song.

"Aku tak bisa hentikan bayangan dirimu yang ada dikepalaku. Ku hanya ingin kau untuk tau, Aku Sangat Rindu Padamu."
- Aditya - Sangat Rindu.

"Kau mewarnai duniaku dengan caramu yang bersahaja. Itu Adanya ku menginginkanmu setulus hati tanpa ada ragu."
- Maliq & D'essentials - Itu Adanya.


"Tiada pernah aku sangka, begitu indahnya cerita, antara kita berdua, sedalam - dalam yang kurasa.
Soulvibe - Tiada Kusangka.

"Can i just see you every morning when i open my eye. Can we tell God and the whole world, that i'm your woman and you're my man. Can i just spend my life with you."
- Eric Benet featuring Tamia - Spend My Life With You.

"Tak pernah semudah itu, aku mengerti apa yang kita jalani. Meski akhirnya, hatiku luluh kembali ke pelukanmu."
- Maliq & D'essentials - Luluh.

"I can't live a day without you in my mind. I call your name every night and day. I hope and pray to see you again."

- Ten2Five - Crazy About You.

"Apakah kamu benar- benar sayang aku. Buktikanlah, coba buktikan kepadaku."
- Dewi Sandra featuring Rayen - Buktikan.

"This is a journey that will never end."
- Ten2Five - A Brand New Day.

"Di antara semua cinta yang ada, kau yang selalu membuatku tak berdaya."
- Maliq & D'essentials - Yang Pertama.

"Dan kau hadir merubah segalanya menjadi lebih indah."
- Adera - Lebih Indah.

"Dia dia dia, cinta yang kutunggu tunggu tunggu. Dia dia dia cinta yang kan mampu mampu menemaniku mewarnai hidupku."
- Afgan - Dia Dia Dia.

"Sweeter than sweeter love grows. And heavens there for those. Who fool the tricks of time. With hearts of love define. True Love. In a special way."
- MYMP - The Closer I Get To You.

"Kangen aku padamu, tiada akan dapat kuobati, tanpa kunikmati senyummu."
- Maliq & D'essentials - Kangen.

"I can give you sound that would make you feel alright. Now the tender love is on the way then let me rock your world."
- Pandji Pragiwaksono featuring Angga - Mulanya Biasa Saja.

"There's only one way to say those three words, and that's what i'll do, i love you."
- Plain White T's - 1,2,3,4.

"Cinta ini buat aku gila. Sumpah begitu aku menggila. Dirimu, kurela sanggup mati karenamu. Bagaimana aku tak menggila. Karena aku kehabisan kata, tuk ungkapkan lebih dari cinta."
- Febrian - Cinta Itu Gila.

"Indahnya dirimu, ingin selalu bersamamu, disetiap waktu, habiskan sisa hidup denganmu. Andaikan dirimu dapat kumiliki sepenuhnya, seutuhnya, ku kan selalu ada, tuk dirimu selamanya."
- HiVi! - Indahnya Dirimu.

"Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan, terlena akan manis cinta dan berujung kecewa. Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti."
- Maliq & D'essentials - Coba Katakan.

Hearts you.

-Chicha Audriana.






Wednesday, August 11, 2010

Thanks for..... Love.

Thanks for filled in my day, coloring my sky, and covering my heart.

Thanks for make me think, that I need you to do everything in my life.

Thanks for being my partner everyday.

Thanks for make me feel better, when i'm sad.

Thanks for always make me laugh out loud when i'm bored.

Thanks for your trusty to me.

Thanks for your inspirational stories that you shared to me.

Thanks for your kindness to accompanied me in midnight.

Thanks for your kindness to texted me when i'm sleep :p

I still got many many many many "Thanks for......" on my mind for you. Hope we could get closer each other.. :D


Hearts you :3333

-Chicha Audriana

Tuesday, August 10, 2010

Maaf Lahir Batin & Selamat Puasa :)



Maaf Lahir Batin dan Selamat Puasa semuanyaaaa

  • Keluarga besar @svsoulvibe & @vibenaticsteam. You're always be my spirit guys !
  • Keluarga besar Organic Records, The One Management,@MaliqMusic @21stNight, Om Dali, Mas Eko, Bibi Perdatam, yang selalu membantu Vibenatics.
  • @SVsoulvibe Band tergaul Jakarta, hahah "beng,bay,yo,cess,papah frans,kak asa, kak handy"
  • Lelaki Road Manager Soulvibe yang selalu gue tanya - tanyain, Mas Faris, Mas Lani, Mas Romi, Mas Yosa. Crew setia Soulvibe, Mas Wanda, Mas Bayu, Mas Bagus.
  • Admins Vibenatics yang selalu kerja bareng - bareng Sarah, Ghea, Melza, Tasya, Kak Dian, Mentari <3
  • Ayahku yang paling wokeh, Bapak Frans Martatko Filman. Wahah ayah tiri :P
  • My XI IPS II My X-3 !
  • Partner curhat setia, Dafi Luanda & Fany Muhtareni Salam.
  • Rivaldo Pratama, as a good friend for this time :)
  • Semua murid dan guru - guru SMAN 65.
  • My Childhood friend, Kevin Rimbani and his family. Miss you much.
  • Panitia PELITA 2010. Ayooo semangaaaaaat !
Dan semua teman - teman, kerabat, yang selama ini udah ngebantu gue, maaf nggak bisa disebutin satu - satu. Terimakasih.

Hearts you all.

-Chicha Audriana



Sunday, August 8, 2010

Old Books in This Century

Hello readers, i wanna tell you about Pramoedya Ananta Toer in this post. He's my favorite writer. His books always inspirational for me. Like this one :



I got it from my Grandma's friend. She gotta go to Australia, and she gave this to my Grandma. But...you know, my Grandma can't read a novel anymore :D So, she gave this to me. And because of this book, I LOVE OLD BOOKS NOW. I think it's better than novel about love in this century. Semuanya bicara tentang cinta cinta cinta. Bosen gue. Semuanya monoton. Bukannya gue meng-underestimate kemampuan penulis di zaman sekarang. Tapi, temanya itu loh. Pada ga bosen apa novelnya isinya ttg cintaaaaaaaaaa terus, dan pasti ceritanya selalu klise. Pertama kenalan, lalu deket, deket, deket eh jadiaan, terus ada masalah, putus hhhhhhhhh enek gue.

Okay, get back to Pramoedya Ananta Toer with one of his novel, Panggil Aku Kartini Saja. Gue baru baca buku ini setengah. Karena gue rasa otak gue masih belum kuat untuk menerima kalimat demi kalimat dari buku ini.

But, over all kalo dari pandangan gue ya, buku ini bercerita tentang kehidupan Kartini zaman dulu. Dimana dia masih nggak boleh sekolah sama Ayahnya, R.M.A. Sosroningrat. Tapi, Kartini nggak bisa ngelawan, dia cuman bisa masak, sama mengerjakan tugas -tugas lainnya seabagai Ibu Rumah Tangga. Kok ngenes banget ya. Beda banget sama anak sekarang. Malah pada seneng kalo nggak sekolah. Ya, gue nggak munafik juga sih. Kadang-kadang gue males banget masuk sekolah. Ya tapi kan nggak sampe berenti sekolah gara-gara males -,-

Lalu Kartini mencoba memberontak Ayahnya. Kalo nggak salah, Kartini berusaha untuk membangun sekolah kecil di gedung dekat rumahnya. Eh, pas ketauan sama Ayahnya, beliau dikurung di gudang rumahnya.

Mungkin memang bahasa yang digunakan di novel ini masih terlalu berat buat remaja zaman sekarang. Kita harus baca satu kalimat, lalu dipikir - pikir dulu apa maksud dari kalimat itu. Untuk remaja zaman sekarang yang notabene malas berpikir dan melihat atau membaca tulisan yang panjang-panjang, pasti pada males baca buku kayak gini. Ini yang gue tangkap dari realita di teman - teman gue ya. Kalo gue bawa buku ini ke sekolah, pasti mereka nanya dulu :

Temen : "Buku apaan tuh Cha ? tebel banget."
Gue : "Novel lama."
Temen : "Yah males ah, tebel banget, entar gue ga ngerti bahasanya. pasti bahasanya yang berat gitu deh -,-"

Hhhhhhhhh gimana Indonesia mau maju kalo anak bangsanya aja masih begini. Masih lebih senang jalan - jalan di mall ketimbang nyambangin panti asuhan buat nyalurin bantuan. Masih lebih senang minta uang langsung ke nyokap bokap daripada nabung dulu.

Atau mau yang lebih gila lagi ? Nih liat !



Coba deh ya gue tanya remaja zaman sekarang. Ada yang tau nggak buku ini ? Pasti enggak. Pasti kalo tau juga cuman segelintir orang. Kalo udah tau ini buku apa, pasti pada males juga bacanya. Judulnya First, They Killed My Father. By Loung Ung. Dan lo tau apa... buku ini pake Bahasa Inggris tulisannya, hehe. Biarpun gue ga pinter - pinter banget bahasa inggrisnya, tapi entah kenapa gue ngerti kalo baca buku ini :D

This is a true story. Masa kecil yang kelam, dari seorang anak kecil di Kamboja, yang hidup di keluarga, yang ayahnya adalah seorang tentara. Dimana hidupnya selalu nomaden. Bener-bener nomaden. Rumahnya suka pindah - pindah, Ayahnya harus sering berpergian jauh karena dia tentara yang sebenarnya disiksa sam orang-orang dari negara mana gitu lupa. Ya intinya masa kecilnya Loung Ung ini benar-benar suram. Nggak kayak kita yang dibeliin mainan, sekolah, main sama temen-temen. Beda banget.

Tapi dia tetap bisa bertahan dalam keadaan keluarga yang seperti itu. Dan akhirnya.. dia menjadi orang sukses sekarang. Itu dia yang gue suka dari semangat orang-orang dulu. Semangatnya selalu ada buat mempertahankan sesuatu yang menurut orang lain, mustahil untuk dipertahanin.

Coba lihat remaja zaman sekarang. Sekolah aja udah males, apalagi buat hidup kayak gitu. Hshshssh ya itu dia yang masih gue bingung tentang jalan pikiran remaja zaman sekarang. Gue harap dengan gue nulis kayak gini, dan dibaca sama remaja Indonesia, khusunya Jakarta dulu deh, mata hati mereka bisa kebuka untuk lebih melihat semangat orang-orang dulu yang benar - benar gigih untuk mencapai sesuatu. Bukan tinggal nadah tangan sama orangtua.

Hearts you all

-Chicha Audriana


Saturday, August 7, 2010

Delapan Juta = Seribu Berkah untuk Warga Miskin

Hello guys, this is my first post about our true life. Yes, true life. Not a lot of money and happiness that we have everyday. These are the True life.

Lo pernah nggak sih kepikiran untuk beli mainan sampai delapan juta di umur lo yang notabene sudah remaja beranjak dewasa ini ? Delapan juta cuman buat beli mainan atau robot - robotan yang pada akhirnya cuman jadi seonggok barang di ujung lemari. Inspirasi ini gue dapat dari teman- teman gue, yang notabene boros banget menurut gue.



Nah yang kayak gini nih yang bakal nyampah doang. Jangankan lo sentuh, lo liat aja nggak, sangking udah kebanyakan mainan. Buat pamer ? ngapain pamer mainan, nggak guna juga menurut gue. Ya gue tau persepsi orang itu beda beda, tapi we'll see the true life around you.

Kalo pake logika ya, lo ngeluarin delapan juta buat beli mainan yang nggak bisa ngapa-ngapain itu ditengah keadaan Jakarta yang makin hari makin memble ini, logis nggak sih ? Maksud gue, bukan lo yang ngeluarin uang, tapi orangtua lo. Iya kan ? Ya mungkin delapan juta itu nothing buat yang bokapnya seorang GM, atau punya perusahaan sendiri. Tapi, apa pernah lo liat orang - orang disekitar lo ? Tetangga lo mungkin yang hidupnya kurang. Atau yang paling deket deh, pembantu yang kerja dirumah lo, dan dia punya anak banyak. Apa pernah terlintas di otaknya buat ngeluarin delapan juta untuk hal yang seperti itu ? Gue rasa enggak.



Nih liat. orang yang rumahnya di bantaran kali. Merea nyuci baju, mandi, dari air kali. Air kali yang bisa aja itu adalah air dari buangan sepitank kita di rumah. Apa pernah mereka kepikiran untuk beli mainan mahal untuk anaknya ? Enggak. Mereka aja masih bingung, hari ini keluarganya masih bisa makan apa nggak ?



Potret Kemiskinan Indonesia. Ibu - Ibu berbondong - bondong berebutan sembako. Barang yang dibutuhkan selalu tidak sesuai dengan kapasitas orang yang ada. Itu pasti banget. Liat deh, sampe ada yang pingsan gitu. Ibu - ibu kayak gini, apa pernah mereka berfikir akan beliin anaknya mainan ? Jangan mikir mainan, walaupun anaknya udah minta juga susah buat menuhinnya.



Pemulung Cilik ini, pernah nggak ya dia kepikiran mau beli mainan di toko seberang sana ?
Jawabannya enggak. Sebenernya iya di dalam hati kecilnya. Tapi dia masih punya nurani. Dia masih mikir Ibunya dirumah makan apa kalo dia nggak kerja ? Belum lagi kalo dia masih punya adik. Dia aja udah bingung buat hidup keluarganya sendiri, tapi apa ?
Dia tetap bisa senang tanpa mainan - mainan mahal, seperti ini :



Liat deh senyum bahagia anak - anak di tempat pembuangan sampah ini. Mereka mainnya di TPA loh, bukan di mall kayak kita. Bukan di toko mainan atau pameran game online. Mereka bermain di TPA, tapi mereka tetap bisa senyum. Senyum tulus yang seutuhnya. Sedangkan kita ? Nggak dibeliin hp baru, mewek, ngambek. Nggak dibeliin mainan, marah, nangis-nangis. Nggak bisa nonton konseri ini-itu karena nggak ada uang, ngerengek minta dibeliin. Nggak pernah mau usaha, Nggak pernah bisa ngambil sisi positif dari suatu hal.

Apa pernah lo ngeliat anak - anak ini mewek - mewek minta dibeliin mainan, dibeliin hp baru, dsb sama Ibunya ? Mereka main di TPA aja udah bahagia banget kan tuh, dapet buku bekas yang masih bagus aja, mereka masih mau baca. Kita ? Buku lecek dikit aja minta ganti -,-



Atau ini, anak kecil di Korea mengemis di jalanan. Di Korea aja begini, nggak heran di Indonesia banyak gelandangan. Anak kecil ini ngemis sambil bawa foto bokapnya.



Satu lagi Potret Kemiskinan Indonesia. Ibu dan anaknya, kompakan tidur di jalan. Sangking mereka tunawisma. Anak kecil yang semestinya sekolah dan bermain sama teman sebayanya, tidur di kasur yang empuk, tapi ini ? Tidur di jalan aja dia udah lelap banget.


Sebenarnya masih banyak banget Potret Kehidupan Jakarta yang bisa kita lihat asalakan kita menyadarinya. Di sudut-sudut mall dan sebagainya.

Masih banyak juga rasa tidak bersyukur remaja Jakarta di zaman sekarang. Nggak bisa nonton konser ini - itu, nggak bisa ke mall, karena nggak ada uanglah, segala macam. Bahkan ada Ibu yang benar - benar memanjakan anaknya menurut gue. Masa anaknya disuruh beresin kamar anaknya itu sendiri, terus anaknya diiming - imingi uang 100 ribu. Pertama, itu bikin anak nggak mandiri. Kedua, bikin malas. Ketiga, bikin anaknya jadi boros banget. HHH

Dan masalah delapan juta itu, coba deh lo pikir, kalo misalnya delapan juta itu dibagiin ke 80 kepala keluarga disebuah perkampungan, at least satu kepala keluarga dapat 100 ribu dong. Itu udah berharga banget kan buat mereka ? 100 ribu itu bisa beli beras, dan keperluan rumah tangga lainnya. Sedangkan kita ? Cuman buat kayak gini,


ngopi - ngopi di Starbucks atau makan di Urban Kitchen juga udah abis. Atau sekedar nongkrong - nongkrong di PIM, nonton bioskop. Dalam sehari duit 100 ribu itu bakal abis kan ? Tapi coba deh dengan kita ngasih per kepala keluarga 100 ribu, at least itu bisa ngehiduoin keluarganya buat seminggu ke depan.


Gue nulis kayak gini, hanya karena gue masih bingung dengan jalan pikiran remaja sekarang. Jarang banget ada remaja yang mau beraktivitas untuk sosial atau jadi volunteer. Gue memang social worker sejati, hehe. Hidup gue, gue manage buat sekolah dan aktivitas sosial. Karena hanya dengan itu, kita bisa melihat hidup yang sesungguhnya.

Sebelumnya, makasih buat yang udah mau baca. Post ini bukannya menyindir orang, tapi gue cuman mau menghimbau remaja - remaja Indonesia, khususnya Jakarta dulu deh, untuk lebih memperhatikan lingkungan di sekitarnya :)

Delapan Juta ini bisa jadi Seribu Berkah untuk Warga Miskin di Indonesia, terutama Jakarta.

Hearts you all.

-Chicha Audriana



Friday, August 6, 2010

Bandung, March 2010.

Baru kepikiran buat update blog tentang yang waktu gue ke Bandung sama 65012. Studi lapangan yang benar - benar seru !

Sebenernya gue ga terlalu respect sama studi ini, cuman gue pengen ke Bandung aja. Karena ini pertama kalinya setelah waktu kecil gue ke Bandung. Kadut banget emang. Keluarga gue ga pernah punya waktu buat vacation bareng. hhhh

Those photos that i got from Graha Cikole (kalo ga salah namanya) This place is like Twilight location :D



w/ Amel. Pemandangannya bagus gila sumpah.



w/ Tria, Maya, & Amel. I'm the second from left.



w/ Laksmi & Tria. Freedom Expression banget nih



w/ Laksmi, Tria, & Hadyan. How cute they are.

Hmm can't wait for 11th grade study tour to Jogja next year ! with my 65012 <3>