Hello ! Ini
pertama kalinya saya menulis blog lagi semenjak masuk kuliah. Saya kuliah di
Universitas Darma Persada, jurusan Sastra Jepang. Dan kali ini adalah
pengalaman pertama saya berbicara dengan atau orang Jepang secara langsung,
dalam jangka waktu yang cukup lama. Semoga pertemuan kali ini bisa membuka
jalan saya untuk semakin berani berbicara dengan orang Jepang, dan tentunya
semakin giat belajar !
Awalnya, kajur
Sastra Jepang Unsada, Hari Sensei mengumumkan bahwa ada orang Jepang yang akan
datang ke kampus kami. Karena di Unsada ada Kaiwa Kurabu, secara tidak langsung
kami sebagai anggota harus bisa ber-kaiwa dengan orang Jepang dong ? Pada saat
itu, saya benar – benar excited ! Nggak sabar menunggu harinya!
Yosh! Sabtu
minggu lalu, saya berangkat ke kampus dengan super semangat. Karena orang Jepang terkenal majime, dalam
artian on time, dan nggak kenal kata telat, jadi saya juga nggak boleh telat! Dan
benar saja, saya datang sekitar 15 menit sebelum orang Jepangnya masuk ke
ruangan tatami.
Satu hal yang
membuat saya heran pada saat itu adalah.. teman – teman Kaiwa Kurabu kemana
semua ? Kenapa yang datang hanya sedikit ? Lagipula, doyodai ini bukan khusus
untuk Kaiwa Kurabu, melainkan untuk mahasiswa Unsada, khususnya Sastra Jepang.
Menurut saya, selagi kita mampu, banyak – banyaklah berbicara dengan orang
Jepang. Ini kesempatan besar untuk mengasah kemampuan kaiwa. Walaupun masih di
semester 1, saya berusaha untuk tidak melewatkan kesempatan kaiwa dengan orang
Jepang. Bagi saya, hal ini selalu menarik dan bisa semakin membuat saya
semangat belajar.
Kami sudah
duduk bersimpuh dan saling berhadapan dengan orang Jepang. Selain teman – teman
sesama semester 1, ada juga senpaitachi yang tentunya sudah jyouzu bahasa
Jepangnya! Hehe :D Oh ya, orang Jepangnya bukan hanya 1, tapi 10 ! Ya, sepuluh
orang. Mereka adalah orang – orang Jepang yang bekerja di Indonesia .
Sejujurnya,
saya tidak terlalu tau mereka mengikuti program apa sampai bisa ke Indonesia , bahkan bekerja di Indonesia . Yang
ada di dalam otak saya saat itu hanyalah, “Saya harus bisa kaiwa dengan mereka
! Bagaimanapun caranya!” Saya mencoba membuang segala rasa ragu, gugup, takut
salah bicara, dsb.
Jikoushokai
atau perkenalan diri dimulai dari orang Jepang terlebih dahulu. Lucunya, mereka
mencoba memperkenalkan diri dengan bahasa Indonesia . Bangga sekali rasanya,
bisa mendengar langsung orang Jepang berbicara dengan bahasa Indonesia . Dan
sebaliknya, kami sebagai mahasiswa jurusan Satra Jepang memperkenalkan diri
dengan bahasa Jepang. Awalnya deg – degan, tapi karena ini adalah salah satu
hal yang wajib dibiasakan, wajib juga bagi kami untuk berbicara dengan baik.
Setelah jikoushokai,
ada happyou atau presentasi dari dua negara ini. Tema doyodaia kali ini adalah
“Budaya Makan Indonesia
– Jepang”. Dari Unsada, ada Adit senpai untuk happyou tentang makanan Indonesia , dan cara makan orang Indonesia .
Happyou nya pakai bahasa Jepang, lho! Semoga saya juga bisa seperti Adit
senpai, nantinya. Aamiin.
Dari teman – teman
orang Jepang, ada dua happyou. Takeshi Miura san mempresentasikan tentang
shoyu sauce di Jepang. Sedangkan Tanaka Takuma san dan Ogawa Manami san mempresentasikan
tentang makanan Jepang dan budaya Jepang. Lucunya, mereka mencoba
mempresentasikan nya dengan bahasa Indonesia ! Sugoi desu ne!
剛さんは発表をしました。
Setelah
happyou, ada free discussion. Di dalam free discussion, kami dibagi menjadi
tiga kelompok, dengan beberapa orang Jepang di dalamnya. Tujuannya, agar bisa
lebih akrab satu sama lain. Kami saling bertanya tentang apa saja. Kebanyakan
memang masih canggung dan bingung mau bicara apa. Entah mengapa, di otak saya
selalu ada saja yang ingin ditanyakan. Terdengar tidak penting sih memang, tapi
itu lebih baik daripada tidak bicara sama sekali, kan ?
フリーディスカッション
Singkat
cerita, kami mengajak mereka untuk berkeliling fakultas dan melihat makanan –
makanan apa saja yang ada di sekitar kampus. Mulai dari kantin fakultas, sampai
jajanan kaki lima
yang ada di depan kampus. Karena di sebelah kampus ada Lawson, yang notabene
memang menyuguhkan masakan ala Jepang, jadilah kami makan disana.
Saya nggak
pernah menyangka bisa sampai makan siang bersama orang Jepang seperti ini.
Mengobrol santai, tertawa bersama… Sungguh hal yang menyenangkan ! Mungkin karena sudah bosan dengan makanan
cepat saji, Tanaka san agak bingung ingin makan apa. Padahal ia bilang, kalau
ia belum makan tadi pagi. Sebelum sampai di Lawson, Tanaka san sempat bergurau
ketika melihat sate padang
yang masih mengepul saat dimasak. “Oishii sou!” guraunya.
Saya agak
kaget saat Tanaka san bilang, “Saya mau gado – gado.”. Kami memang sempat
melewati gerobak gado – gado sebelum sampai di Lawson. Setelah saya jelaskan
apa itu gado – gado, beliau langsung mau! Saya dan beberapa teman yang lain
menemani Tanaka san untuk membeli gado – gado. Selain makan gado – gado, Tanaka
san juga makan kue cubit. Sebenarnya saya agak takut, kalau – kalau Tanaka san
tidak cocok dengan makanan kaki lima .
Karena memang tidak sehigienis makanan di
Jepang , kan ? Hehe :D
田中さんはガドガドをたべました!。
Selain Tanaka
san, ada Furuhashi san dari HIDA, yang juga makan siang bersama kami. Selama
makan siang, kami bicara banyak hal. Makanan kesukaan, band kesukaan, sampai
berbicang seru tentang AKB48 dan JKT48. Rasanya saya adalah satu – satunya
orang yang tidak mengerti pembicaraan yang terakhir itu. Karena saya memang
bukan penggemar dua sister group itu. Mendengarkan musiknya saja jarang. Bagi
saya, musik indie Jepang jauh lebih berkualitas, hehe :D
いっしょにおひるごはんをたべました。
Agenda
terakhir dari doyodaia kali ini adalah kesan dan pesan dari para peserta.
Beberapa mahasiswa Unsada dan orang Jepang mengutarakan kesan dan pesan nya
setelah mengikuti rangkaian acara ini. Tentunya, kami sebagai mahasiswa Sastra
Jepang Unsada, sangat senang bisa menemani tamu orang Jepang. Benar – benar
pengalaman yang tak terlupakan..
みんなさん
みんなさん、どうもありがとうがおざいました!。
Terimakasih
atas kedatangannya !
Mohon maaf
kepada teman – teman dari Jepang, tulisan saya ini saya tulis dalam bahasa Indonesia . 一年生ですから、日本語が上手ではありません。みんなさん、本当にすみません!。
Warm Regards,
Prita Audriana
No comments:
Post a Comment