Dulu, hujan sederas apapun di luar sana, takkan mampu meruntuhkan pertahanan hati yang berpura – pura kuat.
Justru, hujan itulah yang membuat kita semakin erat. Dibalik tirai, berlindung dalam dekapan yang sama.
Dulu, aku masih bisa menahan tangis yang sudah ada di pelupuk mata.
Kini ? Aku bebas menangis untuk siapa saja. Tidak hanya untukmu. Tapi, terutama untukmu.
Pundak ini mencari sandarannya. Sebidang tanah hati dengan jiwa yang bersih dan sejuk. Itu milikmu. Hatimu.
Tangan ini. Tangan yang biasa menyentuhmu. Membelaimu dalam lelapmu. Dan tak jarang menjadi bunga mimpimu.
Hujan. Hujan. Hujan. Hujan untuk kita. Untuk hati – hati yang rapuh. Untuk hati – hati yang tersakiti. Untuk hati – hati yang selalu tulus dan ikhlas dalam mencintai orang yang seharusnya dipertimbangkan dahulu, mereka pantas dicintai atau tidak. Orang – orang yang harusnya mempertahankan hati yang rusak ini.
Terimakasih telah menjadi inspirasi dari tulisan – tulisanku selama ini. Semuanya tentangmu. Segalanya untukmu. Setiap kata tercipta tulus untukmu. Apakah kau suka ? Kurasa tidak. Janganlah berkomentar sejelek apapun tulisan – tulisanku ini. Semuanya ini murni dari hatiku. Hatiku yang sudah lama sekali ingin bicara denganmu, namun tak pernah diberi kesempatan.
Bulan – bulan yang telah lalu mungkin sudah terlalu lama untukmu. Mungkin merasa terkekang, karena aku mengunci hubunganmu dengan segala penjuru. Penjuru sahabat - sahabatmu, penjuru hobi-mu, dan mungkin juga penjuru cintamu yang dulu.
Sekarang kamu bebas. Namun ingatlah, kamu hanya berlari ke tempat yang sama. Hanya wujudnya saja yang berbeda. Aku akan tetap ada dimanapun kamu berada. Karena aku tumbuh bersamamu.
Aku. Aku ini yang mencintaimu dengan sepenuh hatiku. Dahulu. Kini, kita sudah kembali ke masanya. Kembali menjadi aku dan kamu yang baru. Semoga kita senantiasa diberkahi di dalam setiap perjalanan kita.
Kamu telah menjadi bagian dari perjalanan hatiku menuju rumah hati yang tepat. Rumah hati yang semestinya kutinggali sejak dulu. Dan kamu, menyelinap di celah kecil di hatiku. Aku cinta kamu. Sampai aku menemukan rumah hatiku. Lagi.
Dari Audrey untuk yang disana yang selalu menginspirasi :)
2 comments:
chicha puisinya keren2 :D
waa terimakasih tiani :)
Maaf baru baca :D
Post a Comment